Minggu, 17 Januari 2010

Kejutan Ulang Tahun

Pagi ini tak secerah biasanya, entah mengapa sajaknya matahari enggan menampakkan wajahnya. Walaupun begini, aku tetap ingin tersenyum dihari ini. Hari ini genap sudah usiaku 16 tahun. Memang secara umur, aku sudah beranjak dewasa, namun secara sikap, aku masih kekanak-kanakan, masih sepaerti anak SMP.

Kumulai rutinitasku dengan mengucap doa, tanda ketaqwaanku kepada sang pencipta. Kuberjalan menuju kamar mandi, kuraih shower. Beberapa menit kemudian, aku telah selesai dan segera kulaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Kini jam telah menunjukkan pukul 05.30, segera kusiapkan semua hal yang kubutuhkan hari ini.

Handphone-ku berdering, sebuah sms kuterima. Ternyata dari Sheryl, teman SMP-ku saat masih di Jakarta. Dia orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.

Jarak dari rumah hingga sekolahku memang tak jauh, hanya sekitar 1 kilometer dan biasa kutempuh dengan sepeda motor matic-ku. Bukannya aku ingin pamer dengan menaiki motor, namun aku hanya menghemat tenaga yang harus dikeluarkan oleh tubuhku yang rentan oleh penyakit ini.

“Pagi Pak” kusapa Pak Bejo, satpam sekolahku.

“Pagi Mbak” sahutnya.

Dengan segera kuparkir motor kecilku ini. Tempat parkir masih sepi dari penghuninya. Kuberjalan menuju kelasku, tepat di pojok sekolah, kelasku terkenal keangkerannya. Namun aku tak peduli dengan pendapat orang tentang ini. Yang terpenting aku bisa mendapatkan ilmu yang dapat mendukung masa depanku.

* * *

Waktu berjalan begitu lambat, pelajaran matematika kali ini hanya menambah kejenuhanku hari ini. Kubiarkan beberapa rumus logaritma keluar-masuk otakku. Yang kuharapkan pada hari ini hanyalah segera pulang dan menonton beberapa film yang telah kusewa kemarin.

Speaker yang terpasang di langit-langit keras memulai aksinya. Sebuah pengumuman pun dilantangkan, pengumuman ditujukan kepada PO, Paint Organisation. Pengumuman ini hanya membuat kejenuhanku bertambah, terpaksa ku-pending planning yang telah kususun.

Pelajaran usai, waktunya untuk berkumpul di Galery tiba. Ternyata ada perlombaan lukis pada akhir minggu ini. Tema yang akan dijadikan tolok ukur dalam perlombaan adalah Back to Nature. Entah mengapa, Kak Dido memilihku untuk mewakili sekolah kali ini.

Berbagai alasan kulontarkan untuk menolak permintaan Kak Dido. Sayangnya anggota PO yang lain menyetujui permintaan Kak Dido. Sebal, rasa yang kini ada dalam hatiku. Dengan berat hati, aku menerima permintaan Kak Dido.

Acara hari ini berakhir. Dengan segera kuberjalan keluar ruangan, namun di depan pintu, aku telah dihadang oleh beberapa anggota PO, aku diminta meletakkan tasku di bangku terdekat, dan mengikuti mereka ke suatu tempat.

Blur.... Beberapa liter air menghujam tubuhku. Tak berhenti sampai disitu, kini giliran bubuk putih yang menghantamku.

Dengan segera, anggota PO menyanyikan sebuah lagu, lagu yang ditujukan kepada seseorang yang sedang berulang tahun. Dari dulu, yang kuharapkan hanyalah ada orang yang menyanyikan lagu itu kepadaku.

Hari ini, impianku terwujud. Semua anggota PO tanpa kecuali menyanyikan lagu itu untukku. Dream come true, hal yang kualami siang ini. Semua rasa bercampur dihatiku, senang sedih, sebal, dan jenuh nge-blend jadi satu.

Tiba-tiba sebuah bingkisan besar ditujukan kepadaku. Bingkisan berwarna ungu, warna favorite-ku. So sweet, hal yang hanya bisa kuucap kali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar